Rabu, Oktober 20Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

16 Tahun Mengabdi Sebagai Tenaga Honor, Kuria Sakti, Tidak Masuk PPPK

405 Views

Kuria Sakti sedang di lokasi karantina Covid-19.

PASAMAN BARAT, Kabar60.com – Tenaga kerja honorer atau non pegawai negeri sipil (PNS) kerap menjadi sorotan. Mereka tidak memiliki status jelas, mulai dari penghasilan yang rendah, hingga terus berharap ada peluang menjadi PNS.

Lantas, bagaimana kondisi tenaga honorer sebenarnya?

Salah seorang tenaga honorer di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Kuria Sakti, menjelaskan untuk masalah gaji honorer di tempatnya bekerja saat ini baru sebatas upah standar honor yang sekitar Rp 850.000/bulan.

Dia menilai penghasilan tersebut masih tak sesuai bila dibandingkan dengan pekerjaan. Namun, itu semua harus dijalani demi hidup keluarga dirumah. Apalagi, sulitnya mencari pekerjaan seperti sekarang ini.

“Gaji honorer itukan sebetulnya kebijakan dari Pemerintah Daerah setempat. Jadi, berapapun gaji itu, yang penting ikhlas dan selalu bersabar, mana tau ada peluang untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS),” katanya kepada Kabar60.com, Selasa (2/3/2021).

Kalau kita bercerita panjang kata Kuria, sangat sedih rasanya. Apalagi, saya sudah bekeluarga dan memiliki 2 orang anak. Dari situlah kehidupan kami.

“Dia berharap pemerintah bisa mengangkat dirinya menjadi PNS, apalagi dia sudah 16 tahun menjadi pegawai honorer, dan untuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) saja tidak masuk,” ucapnya dengan penuh kesedihan.

Diuangkapkannya juga, terkait harapan jadi PNS ya, tentu ada. Tapi, tergantung pemerintah, apalagi usia sekarang sudah melebihi usia persyaratan mengikuti tes CPNS.

“Semoga, dengan Bupati dan Gubernur baru ini, nasib kami yang sudah lama menghonor ini dipertimbangkan. Agar, perekonomian kami bisa normal dan bisa menyekolahkan anak ke jenjang lebih tinggi,” harapnya.

Dalam bekerja kata Kuria, kita tidak pernah mengeluh. Apalagi, tempat bekerja saya itu penuh tantangan dan rintangan. Yang sama diketahui, bekerja di BPBD itu, sering mendapat laporan orang hilang, bencana longsor banjir ataupun yang lainnya, namun itu dijalani dengan penuh keikhlasan.

“Sekarang masa vandemi covid-19, BPBD itu termasuk salah satu instansi yang membidangi, tentu kita harus siap. Baik itu ditugaskan di perbatasan dan juga ditugaskan di tempat karantina masyarakat yang terkena Covid-19,” sebutnya.

Namun semua itu kata Kuria, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab selaku abdi negara, walaupun baru sekedar tenaga honor dengan gaji sangat rendah.

“Kita harus terus berupaya dan sabar, demi keluarga dirumah. Reseki itu sudah ditentukan oleh Allah. SWT,” pungkasnya mengakhiri. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: