Selasa, September 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Berjalan 7 Hari Operasi Patuh Singgalang 2019, Satlantas Polres Pasbar Tilang 472 Kenderaan

923 Views

PASAMAN BARAT, Kabar60.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pasaman Barat keluarkan 472 blanko surat tilang selama tujuh hari pelaksanaan Operasi Patuh Singgalang 2019. Ini terhitung sampai, Rabu (4/9/2019) pukuk 12.00 Wib tadi.

“Hasil Operasi Patuh Singgalang tahun 2019 pengendara yang ditilang sebanyak 472 sampai hari ini pukul 12.00 Wib,” kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso. S. Ik melalui Kasat Lantas Polres Pasbar, AKP Andri Nugroho Saputro. SE, Rabu (4/9/2019).

Dikatakan Andri, kenderaan yang ditilang itu berupa pengendara Kenderaan Bermotor (Ranmor) R2 yang tidak menggunakan Helm SNI sebanyak 280, Ranmor R2 yang menggunakan Handphone (HP) saat mengemudi sebanyak 1, pengendara Ranmor R2 dibawah umur sebanyak 20 dan pengemudi R4 yang tidak memakai Safety Belt sebanyak 149. Jadi jumlahnya sebanyak 450.

Sedangkan untuk pelanggaran lain-lain sebanyak 22. “Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Singgalang 2019 sebanyak 4 kali dengan korban yang mengalami luka ringan sebanyak 6 orang denga kerugian materiil sebesar Rp. 3.150.000.

Kasat Andri menjelaskan, para pelanggar lalu lintas ini akan diberikan tindakan oleh polisi. Yakni Dikmas (pendidikan masyarakat) dan tilang. “Untuk penyuluhan juga dilakukan di sekolah-sekolah. Kegiatan patroli juga ditingkatkan,” jelas Andri.

Polisi mengimbau kepada masyarakat Pasaman Barat untuk menyetujui dan tidak membantah peraturan lalu lintas. Operasi Patuh Singgalang 2019 ini sendiri berusaha agar kondisi Kabupaten Pasaman Barat tetap kondusif serta menutup ruang gerak tindak kejahatan. 

“Kami berharap kepada masyarakat untuk saling meminta ketertiban dan keamanan masing-masing,” jelas Andri. 

Polres Pasaman Barat juga menggelar beberapa sosialisasi pada Operasi Patuh Singgalang 2019. Salah satunya sosialisasi Police Go To School oleh Polsek Ranah Batahan. Pada sosialisasi tersebut, para siswa-siswi serta para gurunya dihimbau untuk tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas pada saat berkendara.

Andri juga menjelaskan bahwa, konsep operasi yang ditentukan adalah harkamtibmas dengan mengedepankan upaya preentif dan preventif. Penegakan hukum dalam operasi ini dilakukan selektif prioritas khusus terhadap prioritas target. 

Antara lain menggunakan helm SNI, sabuk pengaman, over-speed, pengendara alkohol, pengendara di bawah umur, lawan arus, menggunakan HP saat mengemudi dan menggunakan rotator atau strobo. 

“Bagaimanapun perlu dipahami, konsep operasi adalah harkamtibmas artinya kedepankan, upaya preentif dan pencegahan seperti himbauan dan pendidikan masyarakat, baik langsung atau melalui media atau medsos,” beber Andri. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: