Kamis, Oktober 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

BNNK Pasbar Tes Urine 83 Pegawai Rutan Dan Lapas Di Dua Kabupaten

80 Views

Ket – Poto bersama BNNK Pasbar dengan Pegawai Rutan Talu dan Pegawai Lapas Terbuka Pasaman (atas) serta poto bersama BNNK Pasbar dengan pegawai Rutan Kelas IIB Lubuk Sikaping (bawah). (dok BNNK Pasbar)

PASAMAN BARAT, Kabar60.com – Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memeriksa urine seluruh petugas Rumah Tahanan (Rutan) Talu dan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pasaman serta Rutan Negara Kelas II B Lubuk Sikaping. Gunanya, sebagai upaya pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas.

Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry AM, SH. MM didampingi Plh Kasi Berantas Yuliswandi dan Penyuluh Narkoba Herly Fadhilla, SKM mengatakan, pemeriksaan urine petugas dilakukan untuk mengetahui ada atau tidak petugas yang mengonsumsi narkoba. Jika ada, akan mendapatkan perhatian khusus dan direhabilitasi.

“Kami bekerja sama dengan Rutan Talu, Lapas Terbuka Pasaman dan Rutan Negara Kelas IIB Lubuk Sikaping dalam pemeriksaan urine, termasuk melakukan pembinaan dan sosialisasi terkait dengan bahaya narkoba,” terang Kepala BNNK Pasbar.

BNNK Pasaman Barat, kata dia, memeriksa sebanyak 45 pegawai yang tergabung dari Rutan Talu dan Lapas Terbuka Pasaman. Sementara untuk Rutan Negara Kelas IIB Lubuk Sikaping sebanyak 43 pegawai.

“Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan dini, serta agenda tahunan dari Kemenkumham, serta bagian dari pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Rutan dan Lapas,” ujarnya.

Dari seluruh pegawai yang di tes urine, baik di Rutan Talu, Lapas Terbuka Pasaman maupun di Rutan Negara Kelas IIB Lubuk Sikaping diperoleh hasil Negatif.

“Di Rutan Negara Klas II B Lubuk Sikaping, dari 43 pegawai ada 38 orang diperoleh hasil NEGATIF, 4 pegawai dinas luar, sementara 1 pegawai lepas dinas. Sedangkan di Rutan Talu dan Lapas Terbuka Pasaman Barat sebanyak 45 orang setelah di tes dengan hasil NEGATIF,” ujar Irwan.

Sementara, Kepala Lapas Negara Kelas II B Lubuk Sikaping, Firdaus, SH mengatakan, seluruh petugas dari mulai jajaran pimpinan sampai staf diperiksa urine untuk mendeteksi awal ada atau tidaknya zat berbahaya.

Dia menyebutkan, jumlah petugas sebanyak 43 orang. sementara 4 orang dinas luar dan 1 orang lepas dinas. Jadi total yang dites urine sebanyak 38 orang.

“Kalau semuanya masuk pasti dites urine. Tapi, karena ada yang memeiliki alasan jelas, ya mau gimana,” kata Firdaus.

Tes urine terhadap petugas Rutan, kata dia, sebagai wujud keseriusan dalam pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan narkoba. Dan ini adalah agenda tahunan dari Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Republik Indonesia.

“Ini adalah salah satu agenda tahunan Kemenkumham RI yang dilaksanakan disetiap Lapas dan Rutan yang ada di seluruh Indonesia,” terangnya.

Ditambahkan Kepala Rutan Talu, Nofrizal, SH. MM mengatakan bahwa, tujuan diadakannya test urine yaitu untuk mendukung kinerja Rutan yang akuntabel, transparan dengan didukung oleh petugas yang memiliki disiplin dan etos kerja yang tinggi yang mampu mewujudkan tertib Pemasyarakatan.

Nofrizal pun berharap, Rutan Talu terbebas dari ancaman narkoba, yang tentunya petugas Rutan tidak terlibat dalam upaya penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba.

“Kita akan menjadi teladan terhadap warga binaan untuk tetap steril dari pengaruh narkoba.Adapun nantinya jika ditemukan adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba kami akan menindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku, baik kepada petugas maupun napi sebagai warga binaan,” tegasnya. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: