Kamis, Oktober 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Diduga Bakar Hutan Suaka Margasatwa, Lima Pria Diamankan Polisi

115 Views

Polres Solok Kota sedang jumpa pers terkait pembakaran lahan. (hmspol)

SOLOK, Kabar60.com – Lima orang pria diamankan Polres Solok Kota, Jum’at (13/9/2019). Pasalnya, diduga mereka membakar hutan untuk membuka lahan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Akibat perbuatan kelima pria yang berinisial KD, DR (47), AF (25), YM (22) dan LK (65) itu mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, merambah hutan, membakar hutan, penebangan pohon dalam kawasan hutan secara tidak sah.

Pada Konsfrensi pers yang digelar, Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan,S.Ik menegaskan bahwa, kelima pelaku telah melakukan pembakaran hutan. Dari itulah kelima pria tersebut diamankan.

“Atas perbuatan mereka, dijerat dengan Pasal 40 ayat 1 UURI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara,” jelas Kapolres.

Sesuai keterangan pelaku kata Kapolres, pelaku KD, DR, AF dan YM melakukan pembakaran memakai korek api untuk membuka lahan pertanian itu atas perintah dari LK yang merupakan pemilik lahan. Karena, kobaran api meluas, sehingga membakar lahan yang berada disekitarnya.

“Yang namanya melakukan pembakaran lahan tidak boleh, karena bisa berakibat patal. Contohnya sekarang ini, kabut asap selimuti riau maupun wilayah lain di Indonesia. Karena ada yang mengatur, maka ini kita tegakkan demi keselamatan hutan diwilayah kita ini,” tandas Kapolres.

Akibat api yang meluas tersebut kata Kapolres, dilakukan pemadaman secara manual bersama masyarakat sekitar. Sesuai informasi, bahwa lahan tersebut merupakan tanah ulayat milik pengolah lahan.

Namun, setelah berkoordinasi dengan BKSDA, baru diketahui bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa. Dari situlah dilakukan penangkapan terhadap kelima pelaku pembakaran hutan dengan menyita barang buktinya.

“Barang bukti yang diamankan berupa 4 unit mesin pemotong rumput, 2 unit mesin pompa racun, 2 unit mesin diesel listrik (Genset), 1 unit gerobak dorong, 2 buah derigen isi 5 liter, 1 buah derigen isi 30 liter, 1 buah parang, 1 buah mancis/korek api, 1 unit mesin pemotong kayu/shinso merek, 4 buah cangkul, 3 batang balok kayu pinus, 4 batang papan kayu pinus, 8 kubik kayu pinus yang sudah diolah dan 1 unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor,” jelas Kapolres.

Mengakhiri jumpa pers, Kapolres Solok Kota menghimbau kepada lapisan masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan baru.

“Teliti terhadap status lahan hutan yang hendak digarap, karena selain memicu terjadinya bencana juga beresiko hukum,” pungkasnya.

Konferensi itu turut dihadiri oleh Waka Polres Kompol Budi Prayitno, SE, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumbar DR. Ir. Sukrismanto, M.Sc, Kepala Bidang KSDAE Provinsi Sumbar Ir. Mego Sinatung, dan Kasat Reskrim Polres Solok Kota Iptu Defrianto, SH. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: