Kamis, Oktober 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

DPW PPP Sumbar Ajak Kader Shalat Ghaib Atas Wafatnya Maimoen Zubair Di Mekkah

231 Views

SUMATERA BARAT, Kabar60.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Provinsi Sumatera Barat ucapkan duka cita atas wafatnya ulama sepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimoen Zubair di RS An Noor, Mekah sekira pukul 04.17 Waktu Saudi Arabia.

Sesuai dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengimbau, agar seluruh jajaran pengurus partai untuk melakukan shalat ghaib untuk gambar yang biasa disapa Mbah Moen itu.

“Telah berpulang kerahmatullah Mbah KH Maimoen Zubair di Mekkah. InsyaAllah Khusnul Khatimah. Alfatehah, Amin. Mohon bantuan jajaran PPP untuk shalat ghaib untuk beliau,” kata Arsul Sani, Selasa (6/8/2019).

Baca juga : https://www.kabar60.com/hariadi-be-dampingi-ketum-ppp-bertemu-jokowi-3954/

Untuk itu, Ketua DPW PPP Sumatera Barat, H. Hariadi. BE didampingi Sekretaris, H. Amora Lubis berharap kepada semua keluarga besar PPP Sumatera Barat agar melalukan shalat ghaib untuk beliau.

“Mari kita do’akan beliau agar ditempatkan ditempat yang mulia disurganya Allah SWT, amin,” ajak Hariadi.

Dikatakan Hariadi sebagai histori, KH Maimun Zubair merupakan seorang alim, faqih sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fiqh dan ushul fiqh. Kiai Maimun merupakan kawan dekat dari Kiai Sahal Mahfudh, yang sama-sama santri kelana di pesantren-pesantren Jawa, sekaligus mendalami ilmu di tanah Hijaz.

“Selama hidupnya, Kiai Maimun memiliki kiprah sebagai penggerak. Ia perani menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Selain itu, beliau juga pernah menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah. Kini, karena kedalaman ilmu dan kharismanya, Kiai Maimun Zubair diangkat sebagai Ketua Mejelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan (PPP),” terang Hariadi.

Baca juga : https://www.kabar60.com/amora-lubis-jabat-sekretaris-dpw-ppp-sumbar-4048/

Dijelaskan Hariadi juga, Politik dalam diri Kiai Maimun bukan tentang kepentingan sesaat, akan tetapi sebagai kontribusi untuk mendialogkan Islam dan kebangsaan. Demikianlah, Kiai Maimun merupakan seorang faqih sekaligus muharrik, pakar fiqh sekaligus penggerak

Kiai Maimun Zubair lahir di Sarang, Rembang pada 28 Oktober 1928. Kiai sepuh ini, mengasuh pesantren al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Maimun merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang alim dan faqih. Kiai Zubair merupakan murid dari Syaikh Saíd al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky.

Kedalaman ilmu dari orang tuanya, menjadi basis pendidikan agama Kiai Maimun Zubair sangat kuat. Kemudian, ia meneruskan mengajinya di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kiai Abdul Karim. Selain itu, selama di Lirboyo, ia juga mengaji kepada Kiai Mahrus Ali dan Kiai Marzuki.

Pada umur 21 tahun, Maimun Zubair melanjutkan belajar ke Makkah Mukarromah. Perjalanan ini, didampingi oleh kakeknya sendiri, yakni Kiai Ahmad bin Syuáib. Di Makkah, Kiai Maimun Zubair mengaji kepada Sayyid Alawi bin Abbas al-Maliki, Syekh al-Imam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, Syekh Abdul Qodir al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya.

“Insyaallah Jenazah Al-Mukarrom KH. Maimoen Zubair akan dimakamkan di Komplek Pemakaman Ma’la di Makkah Al Mukarromah seusai Sholat Dhuhur,” sebut Hariadi. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: