Kamis, Oktober 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Harimau Sumatera Resahkan Warga Aia Manggih

1.101 Views

Tampak tim BKSDA Resor Pasaman sedang memasangkan alat pengintai ditengah kebun warga. (bksda/Bisri Batubara)

PASAMAN, Kabar60.com – Warga Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat mulai resah dan merasa terancam. Pasalnya, diduga Harimau Sumatera itu sudah berkeliaran diareal perkebunan milik warga.

“Iya benar, kita sudah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait belasan ternak yang mati. Ini diduga dimangsa oleh satwa liar jenis Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae),” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Pasaman, Ade Putra, kepada Kabar60.com, Selasa (23/7/2019).

Adapun ternak yang diduga dimangsa oleh satwa liar itu berupa 13 ekor Kambing dan 1 ekor Anjing. Kambing tersebut dimiliki oleh Alirman (9 ekor), Erlis (4 ekor) sementara 1 ekor Anjing dimiliki oleh Eri.

Baca juga : https://www.kabar60.com/helarctos-malayanus-berhasil-dilepas-tim-bksda-resor-pasaman-4181/

Sesuai keterangan warga kata Ade, kejadian itu berlangsung sekitar akhir bulan Juni 2019 lalu. Karena, sudah merasa resah dan terancam, akhirnya warga melaporkannya ke BKSDA Resor Pasaman.

“Warga sudah takut untuk berusaha dan bekerja ke kebun karet dan kakao. Karena, takut diserang oleh satwa liar tersebut. Apalagi, ada salah seorang dari pemilik ternak itu melihat langsung hewan ternak sedang dimangsa oleh Harimau,” terang Ade seperti dijelaskan warga.

Harimau tersebut membawa hewan ternak yang dimangsanya itu kedalam hitan, yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kebun warga.

Baca juga : https://www.kabar60.com/bksda-resor-pasaman-evakuasi-seekor-buaya-dari-simpang-gadang-3996/

“Karena melihat langsung, warga jadi takut, pada saat itu juga Erli (Pemilik ternak-Red) lngsung berlari kebawah sambil teriak minta tolong,” kata ade.

Karena ini sudah meresahkan kata Ade, tim langsung diturunkan guna melalukan klarifikasi informasi dan pengecekan lokasi kejadian.

“Berdasarkan penelusuran dan identifikasi tanda-tanda keberadaan dilapangan, memang tim menemukan jejak kaki satwa liar yang masih dalam dugaan adalah jenis Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di beberapa titik lokasi,” urainya.

Untuk memastikan lebih lanjut, BKSDA akan memasang kamera penjebak (Camera Trap) sebanyak 4 (Empat) titik, guna memantau dan melacak tanda-tanda keberadaan satwa langka yang hampir punah tersebut.

Baca juga – https://www.kabar60.com/jauh-dari-sungai-warga-temukan-buaya-di-lokasi-sekolah-3962/

Untuk memberikan rasa aman bagi warga, BKSDA akan selalu rutin melalukan patroli pemantauan disekitar lokasi.

“BKSDA Resor Pasaman menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak melepaskan ternaknya secara liar tanpa di awasi, dan menghimbau untuk tetap waspada serta berhati-hati dalam beraktifitas,” himbaunya. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: