Jumat, Januari 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Inisial AN Harus Dihukum Sesuai UU

145 Views

Anggota DPR RI dari Komisi VIII, Lisda Hendrajoni. (ist)

NASIONAL, Kabar60.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Lisda Hendrajoni, mengutuk keras pelalu pemerkosaan dan sodomi terhadap inisial TS (12) yang terjadi di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

“Kita berharap, pelaku atas nama AN (50) duhukum maksimal sesuai Undang-Undang yang berlaku di Indonesia ini,” pinta Lisda seperti dikutif dari media online RMOL.ID, Kamis (5/12/2019).

Disebutkan Lisda, penegak hukum harus memberikan hukuman maksimal kepada pelaku sesuai dengan UU yang berlaku. Hukuman tersebut untuk memberikan efek jera, agar kejadian seperti itu tidak terulang lagi.

“Penegakan hukum harus lebih tegas, apalagi korban harus melawan penyakit kangker rektum stadium 4,” lebih tegas anggota Komisi VIII DPR RI itu.

Mungkin sama kita dengar kata Lisda, bahwa inisial TS (12) masih dibawah umur dan sekarang harus berjuang melawan kangker rektum stadium empat (4).

“Terkait penyakit yang dialami TS (12), diharapkan pemerintah melalui instansi terkaitnya dapat memfasilitasinya dalam upaya pengobatan serta bantuan kepada keluarga korban,” harap Lisda, seusai menjenguk korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta bersama KPAI.

Selain itu juga, Lisda juga menyarankan agar instansi terkait terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Agar, masyarakat bisa mendeteksi dini dilingkungan masing-masing.

“Antisipasi dini dapat dilakukan dengan melibatkan semua elemen masyarakat, baik di tingkat daerah maupun pusat,” tandasnya.

Dalam rapat bersama Mentri Sosial (Mensos) beberapa waktu lalu, Lisda Hendrajoni juga memaparkan terkait salah satu faktor kekerasan seksual adalah akibat kemiskinan. Untuk itu, ia mendesak Kemensos lebih mengefektikan lembaganya.

“Rancangan Undang-Undang (RUU) PKS semoga segera disahkan. Karena, angka kekerasan seksual terhadap perempuan sekarang ini meningkat. Juga, terkait penyelesaian kasus kekerasan seksual ini merugikan yang korban,” paparnya juga. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: