Senin, Oktober 26Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Oknum Ketua DPRD Pasbar Dan Stafnya Bantah Mencuri Thermogun Di Kantor BPBD Pasbar, Ini Sebenarnya!

1.301 Views

Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni.

PASAMAN BARAT, Kabar60.com – Berdarnya informasi terkait Oknum Ketua DPRD Pasaman Barat beserta dua stafnya mencuri thermogun (alat ukur suhu tubuh) yang terekam CCTV di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat, dibantah. Yang benar thermogun itu dipinjam ke Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat, Edi Busti melalui via telefon pada Jumat (10/4/2020) lalu.

Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni menegaskan bahwa, kedatangan mereka ke kantor itu dalam rangka menjemput cairan disinfektan yang akan disemprotkan ke pemukiman masyarakat Padang Lawas, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

“Kita sudah koordinasi dengan kepala BPBD Pasaman Barat terkait permintaan masyarakat itu,” tegas Parizal Hafni, Selasa (14/7/2020) di Simpang Empat.

Sebagai kronologis terang Parizal Hafni atau yang akrab disapa Si Can itu menjelaskan, kejadian itu berawal, pada April 2020 lalu, ada daerah yang sangat wajib dilaksanakan penyemprotan cairan disinfektan massal, terutama di daerah Padang Lawas, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasbar. Artinya, masyarakat itu sudah berkali-kali datang untuk meminta disinfektan yang diperlukan sekitar 2 ribu liter.

“Karena tidak pernah dapat, akhirnya sejumlah masyarakat itu datang ke kantor DPRD menemuinya, dengan harapan agar dilakukan penyemprotan cairan disinfektan di daerahnya. Kondisi saat itu memang masyarakat sudah mulai resah dengan adanya wabah Covid-19 masuk ke Pasbar,” jelas Si Can.

Atas keluhan masyarakat itulah kata Sican, dirinya melakukan koordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Pasbar Edi Busti yang juga selaku Koordinator Gugu Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Pasbar.

“Dari hasil koordinasi dengan Kalaksa BPBD Pasbar ketika itu, pihaknya disuruh datang bertemu ke kantor BPBD Pasbar pada Jumat (10/4/2020) pagi,” rincinya.

Seiring dengan itu, pada Jumat (10/4/2020) pagi, ia bersama sopir Rezki dan ajudannya Torang Nasution datang dengan membawa kenderaan mobil dinas. Mereka tiba di kantor BPBD itu sekitar pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 10.30 WIB.

Saat itu, sekitar pukul 09.30 WIB, baru petugas BPBD ada yang datang. Sambil menunggu cairan disinfektan datang, mereka duduk di samping lokasi piket dan melihat ada thermogun satu buah terletak di atas meja, mungkin bisa dipakai untuk membantu masyarakat Padang Lawas dan masyarakat lainnya, yang saat itu virus korona sangat meresahkan masyarakat.

“Karena Kepala BPBD Edi Busti tidak berada di kantor, saya langsung menelefonnya untuk meminjam thermogun itu , dan di OK-kan oleh Edi Busti. Makanya, thermogun itu kami bawa ke Padang Lawas untuk mengecek suhu tubuh masyarakat di sana,” sebutnya.

Kemudian, setelah cairan disinfektan datang, langsung dimasukkan ke derigen. Selanjutnya, mereka beserta masyarakat Padang Lawas yang datang ketika itu bergerak menuju Padang Lawas.

“Jadi tuduhan mencuri kepada staf saya tidak lah benar. Seharusnya video yang viral itu dilanjutkan sampai selesai pengisian cairan disinfektan ke derigen, bukan malah dipotong-potong videonya itu,” tandas Parizal Hafni dengan nada kecewa.

Kemudian, mereka ada seharian di Padang Lawas melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Lalu, besoknya Sabtu, alat thermogun itu dipakai kembali di Kecamatan Gunung Tuleh untuk acara penyemprotan disinfektan massal langsung dikoordinir oleh dirinya.

Kemudian, mengenai persoalan ini sampai ke ranah hukum, pihaknya tidak mempersoalkannya. Karena sedikitpun niat dari stafnya tidak ada untuk melakukan pencurian, namun hanya meminjam dan ketika itu sangat dibutuhkan masyarakat, bahkan alat pengukur suhu tubuh itu sudah ada koordinasi dengan pimpinan BPBD setempat.

Sebagai bukti, kegiatan penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan di Padang Lawas, telah ada salah satu media online yang sudah menerbitkannya. Ketika itu terbit pada Jumat, 10 April 2020 dengan judul “Cegah Covid-19, Ketua DPRD Pasbar Lakukan Penyemprotan Desinfektan”. Sekedar diketahui thermogun itu harganya sekitar Rp. 390 ribu.

Terpisah, Kepala Badan Pelaksana BPBD Pasbar, Edi Busti mengatakan, persoalan ini akan mencari jalan tengah agar tidak ada silang pendapat. Akan tetapi para pihak agar menahan diri, jangan sampai menunjukkan arogansi masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, kasus hilangnya thermogun di kantor BPBD Pabar Jumat (10/4/2020) lalu masih dalam penyelidikan kepolisian. Pihak BPBD Pasbar sebagai pelapor sudah memberikan keterangan, termasuk menyerahkan bukti petunjuk rekaman CCTV saat kejadian.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Pasbar AKP Defrizal membenarkan adanya laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana pencurian thermogun milik BPBD Pasbar, pada Sabtu (11/4/2020) lalu. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: