Kamis, Desember 12Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Pawai Obor Meriahkan Malam Takbiran Idul Adha

249 Views

PASAMAN BARAT, Kabar60.com – Ratusan masyarakat antusias berjalan keliling kampung sembari membawa obor di Dusun Tombang Jarung, Jorong Situak, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (10/8/2019) sekitar pukul 20.15 Wib.

Berjalan sembari menggenggam obor dari bambu dan diiringi lantunan gema takbir Hari Raya Idul Adha 1440 H Tahun 2019 itu didominasi anak-anak berusia 5 – 18 Tahun yang diikuti oleh tokoh masyarakat setempat.

Menurut Kepala Dusun setempat, Sianul Bahri, Pawai Obor telah menjadi tradisi tahunan malam takbir. Kita bersama tokoh masyarakat aktif mengerahkan warga terutama anak-anak untuk berpawai jelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Pawai Obor tersebut merupakan tradisi tahunan. Tidak hanya malam takbir Idul Fitri, namun juga di malam takbir Hari Raya Idul Adha,” sebutnya.

Alhamdulillah kata Sainul, Pawai Obor ini merupakan keinginan warga sendiri. Setiap hari raya besar Islam, warga ingin ada pawai obor. Antusias masyarakat di sini memang sangat besar.

Pawai Obor bukan hanya bermaksud untuk meramaikan suasana malam takbir jelang hari raya Idulfitri dan Idul Adha. Lebih dari itu, pawai obor bermakna sangat penting terutama edukasi bagi anak-anak mengenai pentingnya menggemakan takbir di malam kemenangan.

“Pawai obor ini untuk memberikan momen bagi anak-anak, terutama bagaimana mensyiarkan agama Islam. Dari pada jalan-jalan tidak terarah di malam takbir, lebih baik berkumpul positif dengan bertakbir,” tuturnya.

Pawai obor tersebut juga tidak berlangsung lama. Anak-anak yang sebagian juga didampingi para orang tuanya itu berjalan disepanjang kampung sebanyak satu putaran selama sekitar 30 menit. Sebelum kemudian pawai berakhir di Masjid Al Ul’ya Dusun Tombang Jarung, Jorong Situak.

“Memang tidak lama, agar tidak terlalu malam karena kasihan anak-anak. Yang terpenting dari Pawai Obor adalah esensi edukasi syiar agama islam bisa tersampaikan dengan baik dan melekat dalam ingatan anak-anak,” pungkasnya. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: