Jumat, November 15Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Pemilik 200 Kg Ganja Asal Aceh Ditangkap BNN Sumatera Barat

646 Views

PASAMAN, Kabar60.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasaman Barat berhasil menangkap dua orang diduga sindikat pengedaran ganja.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan 200 kilogram ganja kering siap edar di Perbatasan Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat dengan Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (17/8/2019) pukul 01.00 Wib.

Kedua orang yang ditangkap tersebut kata Kepala BNNP Sumatera Barat Brigjen Pol Drs. Khasril Arifin melalui Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effendry AM. SH. MM ialah Khairul Amri (33) warga Koto Gadang, Ampek Koto, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Dan Riski Riwaldi (29) warga Sungai Jariang, Jorong Koto Panjang, Kecamatan IV Angkat, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Dijelaskan Irwan, penangkapan ini berawal dari adanya informasi dari masyarakat, bahwasanya akan lewat barang haram Narkotika jenis ganja yang berasal dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) menuju Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) via Kabupaten Mandahiling Natal (Madina).

“Dari informasi itu, Rabu (14/8/2019), tim brantas BNNP Sumbar dan BNNK Pasaman Barat melakukan pendalaman terkait informasi tersebut, dengan langsung turun ke Kabupaten Pasaman untuk melakukan pemetaan lokasi,” jelas Irwan, Sabtu (17/8/2019).

Dengan strategi yang disusun ujar Irwan, Target Operasi (TO) yang diinformasikan masyarakat itu akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil meringkus 2 (dua) orang pelaku atau tersangka serta 1 orang lagi sempat melarikan diri ke arah kebun masyarakat.

“Kedua tersangka sudah diamankan, namun 1 orang lagi berhasil lari saat penghadangan. Diketahui lari, TO langsung diberikan tembakan peringatan, namun terus melarikan diri,” jelas Irwan.

Dari tangan kedua tersangka yang diamankan berhasil disita sebagai Barang Bukti (BB) berupa 155 bata jenis daun ganja lebih kurang 200 Kg, 2 unit kenderaan bermotor roda empat jenis Xenia warna hitam BA 1017 LU dan Suzuki Karimun BA 1318 LY beserta STNK, 4 unit handphone, 1 lembar atm BRI, 1 lembar atm BNI, 1 buah dompet merk Levi’s warna coklat dan 1 KTP atas nama Riski Riwaldi serta 1 KTP atas nama Khairul Amri.

Atas perbuatan tersangka, dijerat Pasal 114 ayat 2 (dua) Jo Pasal 111 ayat 2 (dua) Jo Pasal 132 UUD Nomor 35 Tahun 2009. Dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

“Pidana denda paling sedikit 1 milyar, paling banyak 10 milyar ditambah sepertiga dari denda,” ungkap Irwan.

Kasus ini sekarang tegas Irwan, sedang dilakukan pengembangan. Serta melalujan pemeriksaan terhadap tersangka. “Kedua tersangka sudah diamankan di BNNP Sumatera Barat dalam pemeriksaan dan pengembangan, semoga TO yang melarikan diri bisa ditangkap,” tandas Irwan. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: