Jumat, Januari 17Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Puluhan Mahasiswa Asal Paluta Datangi Kantor PMD Dan Mapolda Sumatera Utara

252 Views
Puluhan Mahasiswa Saat Berorasi di depan Kantor PMD Provinsi Sumatera Utara

Medan, kabar60.com- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Anti Korupsi dan Penindasan (KOMAN LORAN) mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinas PMD ) Provinsi Sumatera Utara dan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara. Rabu (04/12/19)

Mahasiswa yang datang ini menuntut agar pejabat di lingkungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Padang Lawas Utara yaitu Kabid Teknologi Tepat Guna, dan dua orang oknum Tenaga Ahli pendamping Desa.

Ada tiga tuntutan yang disampaikan Mahasiswa yaitu: meminta kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Agus Andryanto untuk mengkap Kabid Teknologi Tepat guna pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Padang Lawas Utara Rosmalina Hasibuan.

Kemudian miminta kepada Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Agus Andryanto untuk segera memanggil dan memeriksa Tenaga ahli pendamping Desa kabupaten padang lawas utara atas nama Rajab Dalimunthe dan Salim.

Terakhir meminta kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara untuk memberhentikan saudara Tenaga Ahli pendamping Desa Kabupaten Padang Lawas Utara namanya tersebut diatas.

Menurut koordinator aksi Oki Pratama Ritonga akibat dugaan persekongkolan antar kabit teknologi tepat guna dinas pemberdayaan masyarakat desa kabupaten padang lawas dengan tenaga ahli pendamping Desa kabupaten padang lawas utara mengakibatkan kerugian negara lebih dari satu milyar rupiah.

“Akibat dugaan permufakatan jahat ini negara telah mengalami kerugian lebih dari satu milyar rupiah”. Kata Oki

“Kita ingin kabupaten padang lawas utara bersih dari korupsi, karena kita yakin pemerintah mengucurkan dana desa ini untuk kebaikan masyarakat desa itu sendiri” Katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: