Seiring Pembangunan Bandara, Kulon Progo Siapkan Obyek Wisata Baru

Seiring Pembangunan Bandara, Kulon Progo Siapkan Obyek Wisata Baru

KULON PROGO, KOMPAS.comA�- Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di KabupatenA�Kulon ProgoA�sempat menimbulkan pro dan kontra dari warga. Wakil Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengatakan sebelumnya ada beberapa warga yang menolak adanya pembangunan bandara tersebut.

“Pembebasan lahan (untuk bandara baru) beberapa saudara kita ada yang menolak. Sekarang masih ada yang nolak, tapi akan diberikan ganti rugi untuk lahan yang dibebaskan menjadi lahan negara,” ujar Sutedjo saat ditemui di Kantor Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (3/11/2017).

Ia melanjutkan, warga yang sebelumnya menolak kini sudah memberikan persetujuan. Warga setuju menerima ganti rugi yang telah ditetapkan.

“Pembebasan sejauh ini lancar. Besarannya ya tidak sama. Misalnya yang semula (dihargai) paling Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu menjadi Rp 800 hingga Rp 900 ribu per meter (saat diganti rugi),” kata Sutedjo.

Warga yang terkena pembebasan, menurut Sutedjo, mulai direlokasi dan masih berjalan hingga saat ini. Adapun pembangunan bandara tersebut berada di bawah naungan PT Angkasa Pura I yang ditargetkan selesai pada tahun 2019.

Pembebasan lahan yang mencapai Rp 4 triliun itu tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kulon Progo.

Sutedjo mengatakan selama satu hingga tiga tahun ini pihaknya telah menggencarkan 40 obyek wisata baru yang ada di wilayah Kulon Progo. Selain tempat wisata, warga pun mengembangkan homestay terutama di daerah Kecamatan Samigalih.

Adapun pengembangan tersebut, tambah Sutedjo, untuk menyongsong peresmian bandara baru. Sehingga wisatawan yang datang melalui bandara baru dan melintas di jalur Bedah Menoreh dapat menikmati wisata di Kabupaten Kulon Progo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: