Rabu, September 23Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Terkait Angka Kecelakaan Tinggi, Hj. Emma Yohanna Kungker Ke PT. KAI Divre II Sumbar

443 Views

Tampak Hj. Emma Yohanna sedang di PT. KAI Divre II Sumbar. (istimewa)

SUMATERA BARAT, Kabar60.com – Terkait UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan, Senator asal Provinsi Sumatera Barat Hj. Emma Yohanna lakukan kunjungan kerja ke PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumbar.

Kedatangan anggota DPD RI Hj. Emma Yohanna tersebut langsung disambut oleh Asisten Manajer Program Prasarana Divre II Sumbar, Yudi Wahyudi di kantor PT. KAI Divisi Regional II Sumbar, Selasa (10/3/2020).

Pada kesempatan itu, Hj. Emma Yohanna yang juga anggota Komite II DPD RI itu mempertanyakan terkait seringnya terjadi kecelakaan Kereta Api dengan kenderaan lainnya, sehingga memgakibatkan korban.

“Apakah masih relevan Undang-undang ini diterapkan pada saat sekarang ini. Seharusnya iya, tapi PT. KAI harus melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Karena, didalam hal ini ada tanggung jawab masing-masing mengenai perlintasan, baik resmi maupun tidak, tapi berpotensi menimbulkan kecelakaan,” sebutnya.

Diminta kepada PT. KAI, agar melakukan koordinasi rutin demi keselamatan pengendara yang melintasi rel kereta api. Sesuai dengan UU Nomor 38 itu, harus dapat dilaksanakan dengan maksimal.

“Sekarang ini nampaknya, belum terjadi sinergitas jalan umum dengan jalur kereta api. Sehingga, sering terjadi kecelakaan baik dengan pejalan kaki, kenderaan roda dua dan roda empat,” pungkasnya juga.

Selanjutnya, Hj. Emma Yohanna juga mempertanyakan terkait tanggung jawab pengawasan dan apa langkah kedepan PT. KAI untuk meminimalisasi kecelakaan. Tentu, harus dilalukan koordinasi dengan Dinas terkait yang ada di Sumatera Barat.

“PT. KAI harus cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat atau instansi terkaitnya. Agar, bisa meminimalisir angka kecelakaan. Kalau tidak, tentu sama saja dengan pembiaran, itu akan lbih bahaya lagi dan angka kecelakaan akan semakin tinggi nantinya,” tandas Emma.

Mungkin sama kita lihat, disetiap perlintasan tidak semuanya ada plang. Tentu itu sangat membahayakan sekali. Apakah karena hilang atau tidak ada sama sekali, tentu perlu dilakukan pengecekan ulang demi keamanan pengendara yang melintas di jalur kereta api.

“Untuk itu, diminta kepada PT. KAI agar melakukan koordinasi dan pengecekan seluruh jalur penyeberangan, agar pengendera yang melintas aman. Karena, sudah banyak perlintasan yang bisa mengakibatkan kecelakaan, apakah tidak ada portal, plang peringatan ataupun yang lainnya,” pinta Emma.

Menanggapi pertanyaan Hj. Emma Yohanna itu, Asisten Manajer Program Prasarana Divre II Sumbar, Yudi Wahyudi menjelaskan terkait 735 jumlah perlintasan sebidang di Sumatera Barat.  

“Dari 735 perlintasan sebidang di Sumbar itu, ada 589 perlintasan liar. Perlintasan liar ini, akibat dari tidak aktifnya perkeretaapian di Sumatera Barat, dan ini sudah lama terjadi,” sebut Yudi seperti dikutif dari media online posmetropadang.com, Rabu (11/3/2020).

Terkait tnaggung jawab kata Yudi, PT. KAI Divre II Sumbar berlindung dengan UU Nomor 23 tahun 2007 yang menyatakan, mengatur, dan menetapkan perlintasan sebidang, kewenangannya ada di tangan pemerintah daerah dalam hal ini di Dinas Perhubungan.

“Kami juga mengakomodir permintaan dari masyarakat untuk menutup perlintasan sebidang yang ada. Alhasil di tahun 2019 kami menutup 53 perlintasan pembohong,” ucapnya.

Selanjutnya, Yudi berharap ada koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah derah dan pemerintah kota, untuk melakukan penutupan dan pengawasan terhadap pembalap pembohong yang ada di Sumbar. 

“Diharapkan DPD RI bisa memfasilitasi persoalan ini ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang. Ataupun dengan membuat kesepakatan dengan instansi terkaitnya,” pintanya juga.

Diharapkan agar UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan dengan UU Nomor 23 tentang perkeretaapian dapat diterima dengan baik. “Kita juga pikirkan, agar kedepan tidak terjadi lagi kecelakaan ynag merenggut nyawa,” tukasnya. (Bisri Batubara).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: