Kamis, Juli 2Kabar60 | Inspirasi Pembangun Bangsa

Terkait Ikan Mati Di Sepadan PT. GSA Dan PT. BTN, Syamsul Bahri : DLH Pasbar Harus Tegas Dalam Pengawasan

685 Views

Poto istimewa

PASAMAN BARAT, Kabar60.com – Terkait ikan mati yang diduga akibat limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Bintara Tani Nusantara (BTN) dan PT. Gunung Sawit Abadi (GSA) membuat anggota DPRD Sumbar, Syamsul Bahri, geram.

Pasalnya, andai itu benar dan dinyatakan oleh hasil Laboratorium, maka bisa dikategorikan kedua perusahaan itu sudah merusak ekosistem sungai.

Untuk itu, diminta dengan tegas agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bekerja maksimal dan kawal sampai hasil laboratorium itu keluar.

Baca sebelumnya : http://Diduga Ikan Mati Akibat Limbah PKS Di Pasbar, Haryunidra : Kita Masih Menunggu Hasil Laboratorium https://www.kabar60.com/diduga-ikan-mati-akibat-limbah-pks-di-pasbar-haryunidra-kita-masih-menunggu-hasil-laboratorium-7992/

“Kita tau, kalau DLH Pasaman Barat sudah turun kelapangan untuk mengambil contoh air dan dibawa ke Laboratorium di Padang. Namun, hendaknya tidak sampai disitu saja, melainkan dikawal agar hasilnya cepat keluar,” kata Politisi PDI Perjuangan, Syamsul Bahri, itu kepada Kabar60.com, Rabu (25/3/2020).

Syamsul juga menegaskan, agar perusahaan yang lainnya di Pasaman Barat ini berhati-hati dan selalu kontrol terhadap kolam limbahnya. Agar, tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Perusahaan itu harus berhati-hati dalam pengelolaan lingkungan, jangan asal saja,” ketusnya.

Terkait hasil Laboratorium nantinya, kita akan ikut memantau. “Apabila hasilnyanya nanti ikan mati akibat air limbah, maka kita akan giring persoalan di DPRD Sumatera Barat. Karena, kita tidak mau ikan yang ada di sungai itu punah akibat limbah cair,” tegasnya lagi.

Setiap perusahaan itu, tegas Syamsul juga, harus mematuhi UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Lingkungan Hidup. “Jangan abaikan UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Hidup, karena sebelum perusahaan itu berdiri, terlebih dahulu dikaji terkait AMDAL ataupun UKL – UPLnya,” lebih tegasnya juga. (Bisri Batubara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: